Kebutuhan akan bahan bakar terus meningkat seiring pertambahan jumlah kendaraan berbahan bakar fosil, sementara cadangan bahan bakar fosil bersifat tidak terbarukan dan semakin menipis. Bioetanol merupakan salah satu alternatif energi terbarukan yang diperoleh dari dekomposisi bahan organik. Bioetanol umumnya dihasilkan dari tanaman pangan seperti jagung dan singkong yang juga merupakan bahan pangan utama manusia. Oleh karena itu, diperlukan bahan baku alternatif non-pangan, seperti limbah dapur. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi berbagai jenis limbah dapur spesifik sebagai bahan baku bioetanol. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis isi terhadap berbagai jurnal dan publikasi ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa jenis limbah organik seperti nasi basi, kulit delima, air cucian beras, dan lainnya memiliki potensi tinggi untuk dikonversi menjadi bioetanol. Studi ini juga menekankan pentingnya pemilahan limbah untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Copyrights © 2025