Pendidikan berperan penting dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, ketimpangan sosial-ekonomi menyebabkan akses pendidikan yang tidak merata, terutama bagi keluarga miskin. Pemerintah Kota Surabaya mengimplementasikan Program 1 Kartu Keluarga 1 Sarjana untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu, melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan sektor swasta, serta menyediakan fasilitas pendukung seperti Asrama Bibit Unggul. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja, serta peran pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung keberlanjutan program. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, sumber daya yang memadai, serta komitmen pelaksana menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi program. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) juga memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Surabaya. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk optimalisasi kebijakan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program ini.
Copyrights © 2025