Surat Efesus, yang ditulis Rasul Paulus, menyoroti berbagai aspek kerohanian jemaat yang pernah dilayaninya, termasuk doa sebagai elemen penting dalam perjalanan iman mereka. Dalam Efesus 3:14-21, tercatat sebuah doa khusus dari Paulus bagi jemaat Efesus. Doa ini mengandung makna yang dalam dan menjadi fokus penelitian ini, dengan pertanyaan utama: Mengapa doa menjadi topik yang penting dalam teks tersebut? dan Apa situasi yang mendorong Paulus berdoa demikian bagi mereka? Penelitian ini menggunakan metode eksegesis biblika, yang meliputi analisis teks, konteks historis, dan teologis, untuk menggali signifikansi doa Paulus serta latar belakang yang mendasarinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa Paulus mengandung tiga pilar utama yang mencerminkan signifikansi doa itu sendiri: 1) Sikap tubuh dan hati dalam berdoa, yang menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati; 2) Permohonan-permohonan doa, yang berfokus pada penguatan iman dan pemahaman kasih Kristus; dan 3) Tujuan utama doa, yang berkaitan dengan kemuliaan Allah. Ketiga pilar ini saling terkait dan membentuk doa yang teosentris, yaitu berpusat pada kemuliaan Allah. Dengan demikian, doa Paulus bukan hanya menjadi sarana penguatan rohani bagi jemaat Efesus, tetapi juga menegaskan pentingnya keterikatan dengan Allah dan keterlibatan dalam misi-Nya. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang signifikansi doa dalam kehidupan Kristen, serta relevansinya bagi gereja masa kini.
Copyrights © 2025