Cerita rakyat memiliki ciri khas kebudayaan yang digambarkan melalui interaksi antar tokoh dan karakter tokoh dalam cerita. Penggambaran kultur budaya masyarakat Jawa Barat juga dapat dilihat melalui cerita rakyatnya. Berbagai cerita rakyat Jawa Barat direproduksi dan dikonsumsi dalam bentuk buku bacaan di sekolah saat ini ditengarai bias gender. Hal tersebut terlihat dari tidak seimbangnya proporsi dalam penggambaran dan pembagian peran antara tokoh laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk relasi gender dan faktor penyebab konstruksi relasi gender cerita rakyat Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pendekatan sosiologi sastra dengan objek penelitian cerita rakyat Jawa Barat.. Data penelitian berupa sekuen cerita yang berupa dialog, kalimat yang memiliki keterkaitan dengan kontruksi relasi gender dan faktor penyebab relasi gender. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara pembacaan kritis dan kreatif. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan cara (a) menafsirkan data yang ada dalam teks secara mendalam, (b) mengekplorasi pesan (isi ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konstruksi relasi gender dalam cerita rakyat Jawa Barat bahwa bentuk relasi gender laki-laki masih memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Adapun faktor-faktor penyebab konstruksi relasi gender yang disebabkan tiga hal, yaitu budaya patriarkhi, pandangan masyarakat, dan posisi tawar. Secara keseluruhan bahwa konstruksi relasi gender laki-laki lebih dominan dalam berbagai kegiatan dibandingkan dengan perempuan karena konstruk yang dibangun sebagian besar masih bias gender.
Copyrights © 2025