Perkembangan UMKM subsekter fesyen di Indonesia, terutama pada fesyen muslim terus menerus meningkat,menciptakan persaingan yang tinggi antara merek satu dengan yang lainnya. Tidak berhenti sampai disitu, tantanganuntuk menjadi merek fesyen yang mengadopsi nilai ramah lingkungan ikut meningkat, mengingat mulai tingginyakonsumen ramah lingkungan. Maka, menimbulkan tantangan merek untuk membangun citra mereknya sebagai merekfesyen yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Tufine dalam membangun citramereknya sebagai merek fesyen ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan teori strategi branding dari Gelderdan Schultz & Barnes dengan empat sub-analisis yakni, brand positioning, brand identity, brand personality dan brandcommunication. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif melalui teknik pengumpulan dataobservasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa Tufine telah berhasilmembangun citra mereknya sebagai merek fesyen ramah lingkungan, dengan mengadopsi strategi branding dandengan pendekatan edukatif dan silent brandnya yang kemudian mengimplantasikannya secara konsisten Kata Kunci: Citra Merek, Branding, Fesyen Ramah Lingkungan
Copyrights © 2025