Pembangunan berbasis budaya merupakan salah satu pendekatan alternatif dalam pengembangan masyarakat yang sberkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pelestarian identitas lokal (Yunus, 2018; Castells, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi sosial dan ekonomi masyarakat melalui pembangunan Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Kota Malang, Jawa Timur. KBP merupakan kampung tematik berbasis kesenian topeng Malangan yang dikembangkan menjadi pusat kegiatan budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada warga Kelurahan Polowijen yang aktif atau terdampak oleh pembangunan KBP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasakan dampak positif dari keberadaan kampung budaya, seperti peningkatan pendapatan, terbukanya peluang ekonomi baru, penguatan ikatan sosial, serta peningkatan partisipasi warga dalam pelestarian budaya lokal. Selain itu, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada ekonomi lokal dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya. Namun demikian, aspek keberlanjutan jangka panjang membutuhkan penguatan kelembagaan, pendidikan budaya, serta dukungan kebijakan lintas sektor (Santosa, 2017; Sachs, 2015). Dengan demikian, kampung budaya dapat menjadi model transformasi sosial ekonomi yang efektif jika dikembangkan secara partisipatif dan kontekstual.
Copyrights © 2025