Dalam rangka merespon tantang masa depan yang kompleks dan sulit diprediksi, pemerintah telah menggulirkan kebijakan penerapan deep learning sebagai pendekatan pembelajaran di sekolah. Kebijakan ini lahir sebagai respons terhadap berbagai persoalan pendidikan, seperti dominasi surface learning, rendahnya literasi dan numerasi, lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi, ketimpangan mutu pendidikan, serta tantangan bonus demografi 2035 dan visi Indonesia Emas 2045. Salah satu kebaruan dari pendekatan deep learning adalah diperkenalkannya Taksonomi Structure of Observed Learning Outcomes (SOLO) sebagai kerangka pengembangan tujuan pembelajaran, proses belajar, dan asesmen. Namun, pemahaman guru terhadap Taksonomi SOLO masih terbatas, karena selama ini cenderung lebih mengenal Taksonomi Bloom. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi 125 guru di Jawa Barat dalam mengintegrasikan Taksonomi Bloom dan SOLO dalam pembelajaran mendalam. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif yang mencakup penyampaian materi, diskusi, dan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan konseptual dan kesadaran praktis guru dalam merancang pembelajaran berbasis deep learning.
Copyrights © 2025