Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur sosial dan budaya yang terdapat dalam novel "Kronik Betawi" dengan pendekatan hermeneutika. Fokus utama penelitian ini adalah pada penggambaran kelas sosial, dinamika sosial, dan sistem budaya masyarakat Betawi yang terwakili dalam karakter dan peristiwa dalam novel. Melalui analisis terhadap karakter Jaelani dan Juleha, ditemukan bahwa kelas sosial dalam masyarakat Betawi tidak terikat pada keturunan, melainkan pada status ekonomi dan pekerjaan, seperti profesi juragan kontrakan dan tukang ojek. Dinamika sosial juga terlihat dalam interaksi antara karakter yang mencerminkan pengendalian sosial dan penyimpangan sosial, di mana norma-norma masyarakat berperan penting dalam membentuk perilaku individu. Selain itu, unsur-unsur budaya seperti sistem religi, pengetahuan, teknologi, dan kesenian juga dianalisis untuk memahami identitas budaya Betawi. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan tradisi lokal berperan sebagai pengikat sosial yang kuat dalam masyarakat Betawi, serta menyoroti bagaimana kesenian dan kuliner menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai budaya Betawi dan relevansinya dalam konteks sastra Indonesia.Kata Kunci: Kronik Betawi, hermeneutika, unsur sosial, budaya Betawi, ideologi.
Copyrights © 2025