Latar belakang: Pneumonia adalah jenis infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru bagian alveoli. Alveoli terisi nanah dan cairan, sehingga sulit bernapas dan membatasi asupan oksigen. Menurut WHO kasus pneumonia tahun 2021 sekitar 740.180 anak, di Indonesia dengan prevalensi 0.86% bayi. Metode Penelitian: Desain penelitian yaitu case control. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah kasus pneumonia tahun 2024. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan non probability jenis Purposive sampling. Hasil: Dari hasil uji Chi-Square terdapat hubungan status gizi (OR 21.250; 95% CI; (5.293 - 85.313), suhu (OR 0.265; 95% CI; 0.099 – 0.714) dan tidak ada hubungan kepadatan hunian, kelembaban, pencahayaan, jenis lantai, pendapatan keluarga, peran tenaga kesehatan dan kebiasaan merokok di dalam rumah. Kesimpulan: Faktor resiko gejala pneumonia yang memenuhi syarat adalah status gizi dan kelembaban. Maka diharapkan agar dapat meningkatkan perilaku ataupun kebiasaan menjaga kelembaban rumah dan melakukan pemantauan status gizi bayi secara berkala. Dan hasil penelitian ini bisa menjadikan sebagai bahan masukan dalam pengembangan dan menambah wawasan bagi masyarakat, puskesmas, prodi dan peneliti selanjutnya.
Copyrights © 2025