Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dua cerita rakyat dari dua sub-etnis Batak, yaitu Si Beru Dayang dari etnik Karo dan Page Pulut dari etnik Pakpak, melalui pendekatan sastra bandingan. Cerita rakyat merupakan bagian penting dari tradisi lisan yang merefleksikan nilai-nilai moral, norma sosial, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan analisis struktural dan intertekstual untuk mengkaji unsur tema, tokoh, alur, latar, serta pesan budaya dan pendidikan yang terkandung dalam kedua teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita mengandung pesan-pesan moral seperti pengorbanan, kerja keras, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Selain itu, simbol-simbol budaya dalam cerita juga merepresentasikan identitas dan pandangan hidup masyarakat Batak Karo dan Pakpak. Perbandingan ini mengungkapkan bagaimana nilai-nilai lokal direpresentasikan dalam narasi yang khas dan kontekstual. Oleh karena itu, kedua cerita rakyat ini sangat relevan untuk dijadikan sumber pembelajaran dalam pendidikan bahasa dan sastra, terutama dalam konteks penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal berbasis kearifan tradisional.
Copyrights © 2025