UMKM kuliner berbasis tradisi seperti Sate Klatak Pak Untung di Wonokromo, Bantul, merupakan bagian dari kekayaan lokal yang dikelola dengan pola manajemen non-digital dan berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen tradisional yang digunakan oleh pelaku usaha. Metode utama yang digunakan adalah observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen berbasis ingatan, keterlibatan tenaga kerja keluarga, ketergantungan pasok, dan ketiadaan legalitas usaha menjadi tantangan yang nyata. Namun, kekuatan utama usaha terletak pada konsistensi kualitas rasa, loyalitas pelanggan, dan pengakuan budaya dari masyarakat dan pemerintah lokal. Dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC), ditemukan bahwa penguatan usaha dapat dilakukan melalui pencatatan manual sederhana, pelatihan manajemen berbasis budaya, serta diferensiasi nilai budaya sebagai strategi bersaing. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptif bagi keberlanjutan UMKM kuliner tradisional.
Copyrights © 2025