Pembuatan preparat jaringan menggunakan pewarnaan hematoksilin eosin. Harga reagensia yang digunakan relatif mahal sehingga berpotensi untuk pemanfaatan bahan baku lokal dalam menggantikan pewarnaan eosin. Bunga Asoka merah (Ixora coccinea) mengandung glikosida antosianin berwarna merah yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti eosin. Tujuan penelitian untuk memanfaatkan ekstrak bunga asoka yang ramah lingkungan sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan hematokxylin eosin. Desain penelitian yang digunakan adalah true experimen design. Teknik sampling pada penelitian menggunakan Nonprobability dalam bentuk Purprosive sampling. Sampel berupa jaringan payudara (mammae) manusia berjumlah 32 preparat jaringan untuk melihat hasil pemeriksaan menggunakan alternatif bunga asoka sebanyak 16 preparat dan eosin sebagai kontrol sebanyak 16 preparat. Data hasil pemeriksaan akan diolah secara analisis deskriptif berdasarkan hasil skor penilaian preparat sediaan jaringan. Pada kontrol pewarnaan hematoxylin eosin 100% menunjukkan kualitas sediaan yang sangat baik dengan skor adalah (4), menghasilkan warna biru pada inti sel sangat jelas, warna merah muda sangat jelas, dan dapat didiagnosis, sedangkan untuk pewarnaan esktrak bunga asoka 93,8% menunjukkan kualitas sediaan kurang baik dengan skor adalah (2) dan (1), menghasilkan biru pada inti sel, kurang warna merah muda tetapi masih dapat didiagnosis. Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value 0.000<0.05 menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan dari kedua proses pewarnaan menggunakan ekstrak bunga asoka dengan eosin.
Copyrights © 2025