Penulisan ini membahas konsep mengajar dalam Al-Qur’an sebagai landasan filosofis dan praktis bagi guru muslim. Mengajar dalam pandangan Al-Qur’an tidak hanya merupakan aktivitas intelektual, tetapi juga amanah spiritual yang menuntut keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas moral. Melalui kajian ayat-ayat seperti QS. Al-‘Alaq: 1–5, QS. Yusuf: 3, dan QS. Luqman: 12–19, artikel ini menguraikan bahwa Allah sendiri memperkenalkan diri sebagai pengajar, dan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam mendidik umat. Metode pengajaran yang tercermin dalam Al-Qur’an, seperti kisah, perumpamaan, tanya jawab, serta pendekatan bertahap, menunjukkan pentingnya strategi yang sesuai dengan karakter peserta didik. Di samping itu, nilai-nilai etika seperti kelembutan, kesabaran, dan keteladanan moral menjadi dasar utama dalam proses pembelajaran. Tujuan utama mengajar dalam Islam adalah membentuk manusia yang cerdas secara akal, bersih jiwanya, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, guru muslim diharapkan mampu menjadi pewaris misi kenabian yang mengintegrasikan ilmu dan iman dalam pendidikan. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pendidikan berbasis wahyu sebagai fondasi bagi praktik pedagogis yang bermakna dan transformatif.
Copyrights © 2025