Pendidikan budaya memiliki peran penting dalam membentuk jati diri dan karakter pemimpin, terutama di wilayah yang kaya akan kearifan lokal seperti budaya Melayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan budaya Melayu dalam memperkuat jati diri kepemimpinan kepala sekolah di sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada kepala sekolah yang mengimplementasikan nilai-nilai budaya Melayu dalam kepemimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan budaya Melayu, yang menekankan nilai-nilai seperti keadilan, tanggung jawab, musyawarah, dan kearifan lokal, mampu memperkuat kompetensi kepemimpinan kepala sekolah. Nilai-nilai ini diterapkan dalam pengambilan keputusan, interaksi dengan guru dan siswa, serta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif. Selain itu, pendidikan budaya Melayu memberikan landasan moral yang kokoh, sehingga kepala sekolah mampu menjadi teladan dalam menjaga integritas dan memelihara keberlanjutan budaya lokal di tengah modernisasi. Dengan demikian, integrasi pendidikan budaya Melayu ke dalam pengembangan kepemimpinan menjadi strategi efektif untuk membangun karakter pemimpin yang berjati diri kuat dan berdaya saing.
Copyrights © 2025