Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah pedesaan, khususnya di SDN 014686 Sidomulyo, Sumatera Utara, yang menghadapi tantangan signifikan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya kemampuan numerasi dan verbal siswa, serta minimnya inovasi dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan verbal siswa melalui penerapan metode pembelajaran abakus yang dipadukan dengan teknologi digital sederhana sebagai solusi inovatif dan adaptif terhadap keterbatasan yang ada. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan melibatkan 60 siswa kelas 2 serta dua guru. Program dilaksanakan dalam lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi serta keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi, tes formatif sebelum dan sesudah intervensi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan metode triangulasi untuk memastikan validitas temuan dari berbagai sumber. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan numerasi siswa, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 46,6% setelah tiga minggu implementasi. Selain itu, kemampuan verbal siswa juga menunjukkan perkembangan yang positif, dengan skor rata-rata meningkat dari 2,4 menjadi 4,0 pada skala lima poin. Guru melaporkan peningkatan keterampilan pedagogis dan mulai mengintegrasikan alat bantu digital dalam proses pembelajaran. Penggunaan aplikasi abakus digital terbukti meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika. Program ini tidak hanya menjawab tantangan akademik yang ada, tetapi juga memberdayakan guru serta menciptakan model pembelajaran inovatif yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2025