Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran kasih sebagai fondasi dalam Tritugas Gereja—kerygma (pewartaan), koinonia (persekutuan), dan diakonia (pelayanan)—dengan menggunakan pendekatan teo-pastoral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka sebagai pendekatan utama, melalui analisis isi terhadap teks-teks Alkitab, literatur teologis, serta data kontekstual mengenai dinamika pelayanan gereja kontemporer. Pendekatan teo-pastoral dipilih karena mampu mengintegrasikan refleksi teologis dengan praksis pelayanan yang kontekstual dan transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasih (agape) bukan hanya nilai moral, tetapi merupakan dasar teologis yang menyatukan ketiga tugas gereja tersebut. Dalam kerygma, kasih menjadikan pewartaan lebih empatik dan relevan secara eksistensial. Dalam koinonia, kasih memperkuat ikatan persekutuan yang inklusif dan partisipatif. Sedangkan dalam diakonia, kasih melahirkan pelayanan yang tidak hanya karitatif tetapi juga transformatif dan advokatif. Implikasi dari kajian ini adalah bahwa gereja perlu membangun paradigma pelayanan yang berbasis kasih, bukan hanya untuk menjaga keberlangsungan eksistensinya, tetapi juga sebagai bentuk kesaksian otentik di tengah krisis sosial dan spiritual dunia masa kini.
Copyrights © 2025