Pekerja UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) sektor logam berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja karena kurangnya pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja UMKM Hasil Logam di Desa Tenggeles, Kudus, mengenai risiko kerja dan pentingnya penggunaan APD. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, identifikasi bahaya kerja menggunakan HIRADC, pengukuran kebisingan, serta distribusi APD berupa earplug. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan penerimaan pekerja terhadap risiko kerja serta efektivitas penggunaan APD. Pengabdian ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis bukti dapat mendorong perubahan perilaku pekerja sektor informal menuju praktik kerja yang lebih aman.
Copyrights © 2025