El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies

Perbandingan Penggunaan Majas Anthropomorphisme Dalam Al-Qur’an dan Bibel Sebagai Indikasi Kertelibatan Manusia Dalam Wahyu

Amanda, Ruri (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 May 2025

Abstract

Penelitian tentang penggunaan majas anthropomorphisme dalam kitab suci merupakan salah satu variasi studi yang terdapat pada ruang lingkup kajian Hermeneutika. Adapun yang dimaksud dengan anthropomorphisme adalah salah satu turunan dari majas personifikasi dimana adanya pelekatan sifat-sifat manusiawi pada objek-objek non-kemanusiaan, misalnya melekatkan sifat kemanusiaan pada hewan, tumbuhan atau bebatuan yang umumnya banyak terdapat dalam cerita-cerita dongeng berjenis fabel. Namun dalam konteks keagamaan penggunaan anthropomorphisme juga biasa digunakan dalam ayat-ayat kitab suci dimana entitas Tuhan diserupakan memiliki sifat-sifat yang lazim dimiliki oleh manusia seperti amarah, benci, penyesalan, dendam dan sifat lazim lainnya. Secara idealis, seharusnya Tuhan Yang Maha Sempurna adalah entitas non-kemanusiaan  yang tidak patut memiliki sifat-sifat manusia yang penuh dengan kelemahan, namun penggunaan anthropomorphisme sering digunakan sebagai salah satu strategi untuk menjelaskan tentang keberadaan sosok Tuhan kepada manusia agar profil Tuhan dapat dipahami secara gamblang oleh manusia itu sendiri. Penelitian ini mencoba memperbandingkan secara sederhana tentang penggunaan anthropomorphisme dalam Alquran dan Bible yang kemudian bisa dijadikan indikasi tentang keterlibatan manusia dalam penyusunan/transmisi wahyu dari Tuhan kepada Manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Library Research. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara anthropomorphisme Bible memiliki indikasi kuat tentang keterlibatan manusia dalam penyusunannya walaupun para teolog Kristen memiliki alasan logis dalam menjelaskannya dan sedangkan Alquran menunjukkan indikasi kenetralannya dari pengaruh manusia dalam penyusunannya sesuai dengan konsep teologis umat Muslim yang diyakini selama ini Kata Kunci: Anthropomorphisme; Sifat Manusia; Alquran; Bible     ABSTRACT Research on the use of anthropomorphism in sacred scriptures is one of the many study variations within the scope of Hermeneutics. Anthropomorphism refers to a subtype of personification, in which human characteristics are attributed to non-human entities, such as animals, plants, or inanimate objects, a device commonly found in fables and folklore. However, in religious contexts, anthropomorphism is also frequently employed in scriptural verses where God is described as possessing traits typically associated with humans, such as anger, hatred, regret, vengeance, and other common human emotions. Ideally, a Perfect and Supreme God should be considered a non-human entity, free from the weaknesses inherent to human nature. Yet, the use of anthropomorphism is often adopted as a narrative strategy to help human beings comprehend the divine by portraying God in more relatable, human-like terms. This research offers a simple comparative analysis of the use of anthropomorphism in the Qur’an and the Bible. It aims to explore whether such portrayals can serve as indicators of human involvement in the composition or transmission of divine revelation. The study employs a Library Research methodology. The findings reveal that, in terms of anthropomorphism, the Bible shows strong indications of human involvement in its composition, despite the logical theological explanations offered by Christian scholars. In contrast, the Qur’an appears to maintain a neutral stance, showing no clear signs of human influence in its formulation aligning with the theological concept long upheld by the Muslim community. Keyword: Anthropomorphisme; Human Attributes; The Quran, The Bible

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JEW

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science

Description

El-Wasathy: Journal of Islamic Studies diterbitkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI) dengan tujuan menyebarluaskan hasil penelitian atau kajian tentang perkembangan ilmiah studi-studi keislaman yang mencakup aspek kajian Fikih, Ekonomi Islam, Al-Quran dan ...