Batang Kelapa Sawit (BKS) merupakan salah satu limbah perkebunan kelapa sawit. Salah satu bentuk penanggulangan terhadap limbah BKS ini ialah dengan dimanfaatkannya menjadi bahan baku karbon aktif. Penggunaan karbon aktif sebagai adsorben pada penjernihan air merupakan hal yang paling umum dilakukan. Pembuatan karbon aktif dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi. Tahap dehidrasi dilakukan untuk mengurangi kadar air yang terkandung didalam BKS. Tahap karbonisasi dilakukan dengan memanaskan BKS pada temperatur 350oC selama 1 jam. Pada tahap aktivasi, arang di aktifkan dengan menggunakan bahan kimia berupa Natrium Hidroksida (NaOH) konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Karbon aktif di uji kadar volatile matter, kadar air, kadar abu, dan daya serap iodin serta uji SEM. Hasil pengujian karbon aktif didapatkan volatile matter konsentrasi NaOH 5% (11,68%), 10% (8,74%), dan 15% (7,94%). Pengujian karbon aktif didapatkan kadar air konsentrasi NaOH 5% (3,39%), 10% (1,19%), dan 15% (1,38%). Pengujian karbon aktif didapatkan kadar abu konsentrasi NaOH 5% (10,70%), 10% (10,56%), dan 15% (8,48%). Pengujian karbon aktif didapatkan daya serap iodin konsentrasi NaOH 5% (1.256,31 mg/g), 10% (1.248,97 mg/g), dan 15% (1.243,62 mg/g). Hasil pengujian ini menunjukan bahwa pada konsentrasi NaOH 15% menghasilkan karbon aktif yang sesuai standar SNI 06-3730-1995.
Copyrights © 2025