Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan activity-based management (ABM). Analisis non value added berdasarkan ABM dapat meningkatkan efisiensi dan seberapa besar penghematan biaya yang dapat dicapai dengan menghilangkan aktivitas non value added pada Bentos Kopi Cirebon. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dengan menggunakan data hasil wawancara dari pimpinan dan karyawan, serta data berupa laporan produksi bulan Januari-Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bento Kopi Cirebon merupakan kafe yang memiliki 17 aktivitas, di antaranya terdapat aktivitas non value added, yaitu proses penataan bahan baku sesuai jenisnya (dingin, kering, dan lain sebagainya), melakukan proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi secara manual dan proses penyusunan menu membutuhkan banyak waktu, untuk menghemat biaya maka perlu dilakukan pengurangan. Sebelum menerapkan ABM, biaya produksi sebesar Rp299.363.417 dan setelah menerapkan ABM, biaya produksi menjadi Rp284.668.417. Penerapan ABM dapat mencapai efisiensi sebesar 7,27% dengan penghematan biaya sebesar Rp14.695.000.
Copyrights © 2024