Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat berbagai tekanan perkembangan, mulai dari tuntutan akademik hingga perubahan sosial. Salah satu pendekatan yang dapat mendukung kesehatan mental remaja adalah pelaksanaan ibadah dalam praktek keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara pelaksanaan ibadah dengan kesehatan mental remaja melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian internasional maupun nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah berkontribusi pada terciptanya ketenangan psikologis, pembentukan makna hidup, serta penguatan dukungan sosial bagi remaja. Ketiga aspek ini saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan mental. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam upaya promotif kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2025