Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran maksim percakapan menurut teori Paul Grice dalam sketsa komedia digital Main Hakim Sendiri di YouTube, khususnya dalam episode “Desta Boiyen Diceramahin Habib Jafar (1/4)”. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis teks, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana pelanggaran maksim kualitas dan maksim relevansi digunakan untuk menciptakan efek humor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran maksim kualitas dan relevansi paling dominan digunakan untuk menciptakan kelucuan melalui ketidaksesuaian konteks, absurditas, dan permainan bahasa. Penelitian ini juga membandingkan pola pelanggaran maksim antara komedi sketsa dan stand-up comedy serta menyoroti pentingnya konteks budaya dalam interpretasi humor. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap studi pragmatik dan memperkaya pemahaman tentang strategi linguistik humor dalam media digital
Copyrights © 2025