Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Meningkatkan Kosa Kata Anak Usia 3- 4 Tahun Melalui Metode Bercerita Silitonga, Mirdat; Chindy; Salwiah
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 2 No 1 (2023): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v2i1.13

Abstract

Kosakata merupakan salah satu dari aspek- aspek dari perkembangan bahasa anak usia dini. Semakin kaya kosakata yang dikuasai anak, maka akan semakin berkembang kemampuan bahasa anak. Salah satu cara agar dapat meningkatkan kemampuan kosakata anak yaitu dengan metode bercerita. Metode bercerita memiliki banyak manfaat bagi anak usia dini, Selain bercerita dapat meningkatkan kemampuan bahasa serta kosakata anak, kegiatan bercerita juga dapat meningkat moral dan agama anak, membentuk pribadi anak karena dengan mendengarkan cerita, anak dapat menangkap pesan- pesan moral yang terdapat dalam cerita. Penelitian yang dilakukan ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan kosakata anak usia 3-4 tahun Kelompok Bermain pada TK Swasta Wiyata Dharma Medan melalui metode bercerita. Penelitian Tindakan ini dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklusnya dilakukan selama 3 hari. Dari penelitian ini terjadi peningkatan yang terhadap kemampuan kosakata anak yaitu 61,11% untuk kategori BSH, 22,22% untuk kategori BSB, 11,11% untuk kategori MB dan 5,55% untuk kategori BB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode bercerita mampu meningkatkan kemampuan kosakata anak anak usia 3-4 tahun Kelompok Bermain (KB) di TK Swasta Wiyata Dharma Medan.
Analisis Kontruksi Sosial pada Puisi “Lelaki Tua pi Simpang Raya” Karya Raudah Jambak: Kajian Teori Peter L Berger & Thomas Luckmann Chindy; Alysa Putri, Nasywa; Jelita Laoli, One Albert
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Maret: Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/p6rtb612

Abstract

This research analyzes the poem "Lelaki Tua Di Simpang Raya" by Raudah Jambak through the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckmann, to understand how social reality is constructed through the experiences and interactions of individuals in society. This poem describes the social reality experienced by an old man as a result of social construction formed through interactions with others. This analysis highlights how the identity and meaning of an individual's life are formed through social processes involving externalization, objectivation, and internalization. The results show that social construction can influence and differentiate individuals in society, which invites readers to be more sensitive to social realities that are often ignored. This research uses a descriptive qualitative method to understand the relationship between literary works, social construction, and social reality.
Pagit-Pagit sebagai Tanda Budaya: Analisis Semiotika Tipologi Tanda Charles Sanders Pierce terhadap Kuliner Khas Suku Karo Ayu Eka Prasetyawati; Elvira Eninta Br Ginting; Chindy; Adibah Agustini; Najwa Fitri Sahira
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3mkvz998

Abstract

Penelitian ini membahas makna semiotic dalam kuliner tradisional Suku Karo, yaitu Pagit-Pagit, melalui pendekatan tipologi tanda dari Charles Sanders Pierce: ikon, indeks, dan simbol. Pagit-Pagit merupakan makanan berbahan dasar isi rumen hewan ruminansia yang diolah dengan rempah-rempah khas, dan memiliki peran penting dalam berbagai ritual dan upacara adat. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui analisis pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pagit-Pagit lebih menonjol sebagai indeks dan simbol budaya daripada ikon, karena mengindeks hubungan masyarakat Karo dengan lingkungan agraris dan menyimbolkan identitas serta nilai-nilai budaya lokal. Kajian ini menegaskan pentingnya pelestarian makanan tradisional sebagai sarana komunikasi budaya dan memperkuat solidaritas etnis.
Pelanggaran Maksim Grice dalam Sketsa Komedi Digital: Studi Pragmatik pada Video Main Hakim Sendiri Adibah Agustini; Ayu Eka Prasetyawati; Chindy; Elvira Eninta Br Ginting; Najwa Fitri Sahira
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n3khpf68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran maksim percakapan menurut teori Paul Grice dalam sketsa komedia digital Main Hakim Sendiri di YouTube, khususnya dalam episode “Desta Boiyen Diceramahin Habib Jafar (1/4)”. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis teks, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana pelanggaran maksim kualitas dan maksim relevansi digunakan untuk menciptakan efek humor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran maksim kualitas dan relevansi paling dominan digunakan untuk menciptakan kelucuan melalui ketidaksesuaian konteks, absurditas, dan permainan bahasa. Penelitian ini juga membandingkan pola pelanggaran maksim antara komedi sketsa dan stand-up comedy serta menyoroti pentingnya konteks budaya dalam interpretasi humor. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap studi pragmatik dan memperkaya pemahaman tentang strategi linguistik humor dalam media digital
TANGGUNG JAWAB PENYEDIA KONTEN TIKTOK ATAS PENGUNGGAHAN FILM BAJAKAN MELALUI APLIKASI TIKTOK (STUDI KASUS : PELANGGARAN PEMILIK HAK CIPTA SINEMATOGRAFI) Chindy
Jurnal Hukum Statuta Vol 2 No 3 (2023): Volume 2, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35586/jhs.v2i3.9100

Abstract

The purpose of this research is to examine the obligations of Tiktok content facilitators regarding uploading imitation films from the Tiktok platform and law enforcement efforts against cinematographic copyright errors related to uploading imitation films from the Tiktok platform by content owners. This article uses normative juridical legal research methods using statutory and conceptual approaches. The results of this research prove that TikTok content owners must be responsible for preventing counterfeit films by acting directly to block user accounts. However, law enforcement regarding cinematography copyright violations has not been effective because there are still many content creators who upload imitation films to the TikTok application.