Perkembangan komunikasi dakwah di era digital menuntut pendekatan yang lebih relevan dengan karakteristik audiens, terutama Gen Z. Sharing session Bingkis Ramadhan menerapkan pendekatan audience-centered untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan keagamaan. Tantangan utama dalam implementasi pendekatan ini adalah perbedaan gaya bahasa, referensi budaya, dan pemahaman audiens, yang dapat memengaruhi keterhubungan dan penerimaan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan dan bagaimana pendekatan audience-centered memengaruhi efektivitas penyampaian pesan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemateri, panitia, dan peserta sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% audiens memahami pesan yang disampaikan. Sehingga, efektivitas komunikasi meningkat ketika pemateri menyesuaikan gaya bahasa, intonasi, serta menggunakan contoh yang relevan dengan kehidupan audiens. Dengan strategi ini, 90,9% peserta menyatakan bahwa pesan yang diterima sesuai dengan kebutuhan mereka, menunjukkan keberhasilan pendekatan audience-centered dalam meningkatkan keterlibatan audiens.
Copyrights © 2025