Krisis moral yang melanda dunia pendidikan modern menuntut pendekatan pendidikan karakter yang lebih mendalam dan integral. Meskipun kebijakan seperti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) telah digulirkan, implementasinya seringkali hanya bersifat simbolis dan tidak menyentuh akar pembinaan jiwa peserta didik. Studi ini mengkaji konsep pendidikan karakter dalam pandangan Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Muslim abad ke-10, yang menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan amal saleh, dan peran akal dalam membentuk perilaku moral. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah kritis terhadap karya utama Ibnu Miskawaih, Tahdzib al-Akhlak, serta sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep karakter menurut Ibnu Miskawaih tidak hanya menekankan aspek lahiriah, tetapi juga pembentukan moral batiniah melalui integrasi spiritual, intelektual, dan etis. Pendekatannya yang menyeimbangkan akal dan nafsu menjadi sangat relevan dalam merespon degradasi moral, krisis integritas, dan pragmatisme pendidikan saat ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran Ibnu Miskawaih dapat dijadikan fondasi bagi pengembangan kurikulum karakter yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membentuk manusia berakhlak dan bermartabat. Studi ini juga merekomendasikan integrasi nilai-nilai klasik Islam ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai langkah strategis menuju pendidikan yang transformatif dan berakar pada nilai spiritual.
Copyrights © 2025