Desain Datar dan Desain Tradisional merupakan dua desain antarmuka utama dalam beberapa tahun terakhir. Desain datar merupakan desain yang menyoroti kesederhanaan dengan berkonsentrasi pada warna-warna cerah, garis-garis bersih, dan teknik ilustrasi dua dimensi, sementara Desain Tradisional merupakan objek turunan yang mempertahankan isyarat desain ornamen dari struktur yang diperlukan dalam aslinya. Studi ini dilakukan karena ditemukan beberapa penelitian terkait lainnya yang memiliki hasil bertolak belakang, sehingga penelitian ini diperlukan untuk meningkatkan pandangan terhadap desain mana yang lebih baik, kinerja yang lebih cepat, tepat, dan memuaskan pengguna. Studi ini menggunakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya sebagai subjek penelitian yang bertujuan untuk mengurangi jumlah keberagaman partisipan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Dua prototipe situs web dengan masing-masing pendekatan desain dirancang untuk digunakan dalam eksperimen pengguna. Kuesioner pasca eksperimen tentang kepuasan pengguna dilakukan, dan hasilnya akan dianalisis secara statistik data. Pada aspek kesalahan pengguna dan kepuasan pengguna menghasilkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kedua jenis antarmuka. Tetapi, pada aspek kecepatan waktu penyelesaian tugas terdapat perbedaan yang signifikan, hasil dari Desain Datar lebih cepat dibandingkan dengan Desain Tradisional.
Copyrights © 2025