Era postmodern membawa tantangan besar bagi generasi muda Kristen, karena perkembangan filsafat postmodernisme yang menekankan relativisme, pluralisme, teknologi, dan individualisme telah menggeser pemahaman mereka tentang nilai-nilai spiritual, yang kerap memicu krisis identitas iman. Penelitian ini mengeksplorasi postmodernisme dan implikasinya terhadap spiritualitas pemuda Kristen, serta tantangan yang muncul dalam mempertahankan fondasi iman mereka di tengah pengaruh pemikiran postmodern. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka dan analisis teoritis, penelitian ini juga mengidentifikasi strategi pemuridan yang dapat memperkuat fondasi iman pemuda Kristen. Tiga elemen kunci dalam pemuridan—peran orang tua sebagai panutan iman, lingkungan dan komunitas yang mendukung, serta bimbingan dari mentor dan pendamping rohani—berkontribusi dalam membentuk iman yang kokoh dan kontekstual. Temuan penelitian ini memberikan wawasan bagi komunitas Kristen dalam membimbing generasi muda menghadapi tantangan postmodernisme serta mengembangkan pendekatan pemuridan yang relevan dengan kondisi zaman.
Copyrights © 2025