Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem penanggalan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Suku Nias di Desa Bawodobara, serta menganalisisnya dari sudut pandang ilmu astronomi. Penanggalan tradisional ini diwariskan secara turun-temurun dan digunakan sebagai panduan dalam menentukan waktu bercocok tanam, melaut, serta pelaksanaan upacara adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggalan masyarakat Nias berbasis pada pengamatan siklus bulan (fase-fase bulan), seperti bulan sabit, bulan penuh, dan bulan mati, yang sangat selaras dengan konsep kalender lunar dalam astronomi. Tokoh adat berperan penting sebagai penjaga waktu tradisional yang memahami tanda-tanda alam secara empiris. Dari perspektif etnoastronomi, praktik ini membuktikan bahwa pengetahuan lokal memiliki dasar observasi yang logis dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Temuan ini juga mengungkap bahwa waktu dalam kebudayaan Nias tidak hanya bernilai praktis, tetapi juga sakral dan bermakna sosial. Meskipun mulai tergeser oleh modernisasi, sistem ini tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian kearifan lokal melalui integrasi ilmu pengetahuan modern untuk menjaga warisan budaya yang berakar pada hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta.
Copyrights © 2024