Etika profesional, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), dan profesionalisme tenaga kesehatan merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas dan keselamatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis peran etika antar tenaga medis dalam menciptakan lingkungan kerja kolaboratif serta dampak penerapan SOP dan sikap profesionalisme terhadap kinerja institusi kesehatan, seperti yang terlihat di Kantor Kesehatan Bitung dan Rumah Sakit Umum Radjak Hospital Salemba. Hasil studi menunjukkan bahwa konsistensi dalam menjalankan SOP meningkatkan efisiensi dan akurasi pelayanan, sementara ketidakpatuhan—seperti yang terjadi di RSUD Gambiran Kota Kediri dan Rumah Sakit "X" Malang—dapat mengganggu alur layanan dan membahayakan pasien. Faktor-faktor seperti pemahaman prosedur, dukungan manajemen, dan budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan budaya kepatuhan melalui pelatihan, supervisi, dan kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan. Integrasi etika, SOP, dan profesionalisme dinilai sebagai solusi strategis dalam membangun sistem kesehatan yang lebih aman, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Copyrights © 2025