Penelitian ini menganalisis penggunaan Majaz (metafora) dan Kinayah (ungkapan tidak langsung) dalam Surah Al-Baqarah untuk memahami peran kedua perangkat retoris dalam memperkaya makna teks Al-Qur'an. Majaz, sebagai bentuk metafora, menyampaikan konsep abstrak melalui perbandingan simbolik, menjadikannya lebih nyata dan mudah dipahami. Sementara itu, Kinayah menggunakan ungkapan tidak langsung untuk mengisyaratkan makna, memungkinkan pesan disampaikan dengan cara yang lebih halus tanpa menyatakannya secara eksplisit. Melalui analisis contoh-contoh ayat dalam Surah Al-Baqarah, penelitian ini menyoroti bagaimana kedua perangkat ini memperdalam pemahaman terhadap ajaran Al-Qur'an dan juga membahas tantangan dalam menerjemahkan Majaz dan Kinayah ke dalam bahasa lain, yang dapat menyebabkan hilangnya makna figuratif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap tafsir Al-Qur'an dan membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut mengenai bahasa figuratif dalam wahyu Ilahi.
Copyrights © 2025