Penelitian ini mengkaji pola hubungan sosial-ekonomi antara pedagang Tionghoa dan masyarakat lokal multietnis di Kelurahan Helvetia, Medan, dalam bingkai konsep komensalisme. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci dari berbagai latar belakang etnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi antar kelompok berlangsung dalam suasana damai dan fungsional, namun bersifat asimetris. Pedagang Tionghoa memperoleh keuntungan ekonomi signifikan melalui dominasi sektor perdagangan, sementara masyarakat lokal umumnya hanya berperan sebagai konsumen tetap atau pekerja informal tanpa akses yang setara terhadap sumber daya ekonomi. Interaksi sosial yang terbangun cenderung simbolik dan tidak berkembang menjadi kerja sama kultural atau ekonomi yang inklusif. Relasi komensalisme ini bertahan karena kebutuhan timbal balik dan sikap toleransi, tetapi menyimpan ketimpangan struktural yang dapat memperkuat stratifikasi sosial berbasis etnis. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi kolaboratif melalui pelatihan usaha, akses modal, dan kemitraan ekonomi lintas etnis untuk mendorong transformasi menuju hubungan yang lebih adil dan saling menguntungkan.
Copyrights © 2025