Siswa sekolah dasar (SD) laki-laki prapubertas berada pada fase perkembangan yang penting, di mana mereka mulai mengalami perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang signifikan. Untuk membantu siswa SD laki-laki prapubertas memahami dan mengelola perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka, pendekatan yang dapat digunakan adalah dengan memberikan pengajaran tentang pendidikan seks dan hormon seks. Penerapan case-based method dapat membantu siswa memahami perubahan fisik dan emosional yang terjadi pada masa prapubertas secara konkret. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 43 siswa laki-laki dari kelas empat, kelas lima, dan kelas enam. Sebagian besar siswa berumur 11 tahun. Pembicara mengambil tema “Saleh di Masa Pubertas” dengan tiga subtopik yakni tahapan proses penciptaan manusia, proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, dan masa dan tanda pubertas pada laki-laki. Pada pengabdian ini, didapatkan ada dua anak (4,7%) yang sudah mengalami pubertas. Sebagian besar siswa dapat memahami topik dengan baik (55,8%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik. Siswa senang dengan metode berbasis kasus yang digunakan pada kegiatan ini. Mereka berharap topik-topik edukasi dapat diberikan dengan metode tersebut. Peran utama dari penerapan metode ini adalah untuk mendorong siswa berpikir kritis, memecahkan masalah, dan memahami konsep-konsep yang kompleks melalui penerapan pengetahuan dalam situasi nyata.
Copyrights © 2025