ABSTRACT This study aims to describe the form, context, and function of language registers in farmer communication in the Pejawaran community, Banjarnegara Regency. This study uses a qualitative descriptive approach with the type of ethnographic research to understand the linguistic practices of the community in daily life. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and recording techniques on the oral speech of farmers in the community. The results of the study showed that farmers in Pejawaran use various forms of registers that vary depending on the social context. The form of the word class of the Pejawaran farmer profession register was found in the form of a noun word class, a verb word class, an adverbial word class, and an adjective word class. The registers used not only show lexical variations, but also reflect social identities, relationships between actors, and upheld local cultural values. This phenomenon reinforces that language functions not only as a means of communication, but also as a symbol of identity and social cohesion. These findings are expected to contribute to the development of sociolinguistic studies as well as the preservation of regional languages and cultures. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, konteks, dan fungsi register bahasa dalam komunikasi petani di masyarakat Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tipe penelitian etnografi untuk memahami praktik kebahasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta teknik rekam dan catat terhadap tuturan lisan petani di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Pejawaran menggunakan berbagai bentuk register yang berbeda-beda tergantung pada konteks sosial. Bentuk kelas kata register profesi petani daerah Pejawaran ditemukan berupa kelas kata nomina, kelas kata verba, kelas kata adverbial, dan kelas kata adjektiva. Register yang digunakan tidak hanya menunjukkan variasi leksikal, tetapi juga mencerminkan identitas sosial, hubungan antarpelaku, serta nilai-nilai budaya lokal yang dijunjung tinggi. Fenomena ini menguatkan bahwa bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kohesi sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian sosiolinguistik serta pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Copyrights © 2025