Latar Belakang: Inkontinensia fekal (FI) adalah masalah umum di kalangan lansia yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Ini terkait dengan tantangan fisik dan psikologis. Disregulasi kadar glukosa dan lipid telah terlibat dalam FI, dengan obesitas dan hiperlipidemia berkontribusi pada peradangan sistemik dan kerusakan jaringan. Memahami faktor metabolik yang mempengaruhi FI dapat membantu dalam mengembangkan intervensi yang ditargetkan. Tujuan: Studi ini mengeksplorasi hubungan antara profil lipid, indikator diabetes mellitus, dan tingkat keparahan FI pada individu lanjut usia. Metode: Studi analitik cross-sectional dilakukan dengan 93 orang lanjut usia dari Panti Jompo Bina Bhakti. Indeks Keparahan Inkontinensia Fekal (FISI) digunakan untuk menilai keparahan FI. Profil lipid dan panel diabetes mellitus diperoleh melalui tes darah vena. Analisis statistik termasuk Spearman's Rho dan analisis regresi berganda. Hasil: Studi ini menemukan korelasi negatif yang signifikan antara kadar LDL dan keparahan FI, menunjukkan peran protektif LDL dalam menjaga integritas jaringan anorektal. Demikian pula, kadar HbA1c berhubungan terbalik dengan keparahan FI, menunjukkan bahwa kontrol glikemik yang lebih baik terkait dengan gejala FI yang berkurang. Parameter lipid dan indikator glikemik lainnya tidak menunjukkan dampak signifikan pada keparahan FI. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen lipid dan kontrol glikemik sangat penting dalam mengelola FI pada lansia. LDL dan HbA1c muncul sebagai penanda potensial untuk menilai risiko dan keparahan FI. Untuk meningkatkan hasil bagi pasien lanjut usia dengan FI, pendekatan multifaktorial, termasuk intervensi diet dan farmakologis, harus diprioritaskan.
Copyrights © 2024