Tantangan sanitasi di Kelurahan Nagarasari, Kota Tasikmalaya, terutama praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS), masih menjadi isu kesehatan dan lingkungan yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptrif dengan melalui observasi, wawancara, studi literatur dan penelusuran data melalui internet yang bertujuan untuk menganalisis penerapan septic tank sebagai solusi untuk mengatasi BABS dan dampaknya terhadap sanitasi dan ekosistem. Dengan metode kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa 35% rumah tangga masih melakukan BABS karena keterbatasan lahan dan biaya. Pemerintah berupaya mengimplementasikan septic tank bio dan komunal, tetapi terdapat kendala teknis dan keterbatasan lahan menjadi hambatan. Dampak praktik BABS terhadap lingkungan seperti pencemaran air dan udara yang dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Pada wilayah tingkat daerah Kelurahan Nagarasari yang memiliki keterbatasan lahan dan juga kepadatan penduduk yang tinggi, maka penerapan septic tank yang cocok untuk wilayah ini dalah septic tank komunal. Adapun untuk tingkat Kota Tasikmalaya penerapan septic tank yang cocok yaitu idealnya menggunakan septic tank storage. Selain itu, didukung dengan adanya edukasi masyarakat menjadi kunci untuk perbaikan sanitasi lingkungan dan kesehatan.
Copyrights © 2025