Benzo(a)pyrene (BaP) merupakan senyawa toksik dan karsinogenik yang dapat menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan gangguan fungsi organ, termasuk ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek nefroprotektif ekstrak metanol daun biwa (Eriobotrya japonica) terhadap kadar kreatinin tikus model kanker payudara yang diinduksi BaP. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan), kontrol positif (BaP 50 mg/kg BB), serta tiga kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak daun biwa dosis 200, 300, dan 400 mg/kg BB selama 30 hari. Kadar kreatinin diukur menggunakan metode modifikasi Jaffe. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kreatinin serum darah tikus pada semua kelompok masih berada dalam rentang normal, dengan nilai antara 0,66 hingga 0,73 mg/dl, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa paparan BaP tidak secara langsung mengganggu fungsi ginjal tikus model kanker payudara, serta pemberian ekstrak daun biwa tidak menunjukkan efek protektif yang signifikan terhadap kadar kreatinin. Namun, kandungan antioksidan dalam daun biwa, seperti flavonoid dan triterpenoid, tetap berpotensi dalam menjaga stabilitas fungsi ginjal melalui mekanisme antioksidatif dan antiinflamasi
Copyrights © 2025