Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak netral karena mencerminkan dan membentuk struktur sosial, ideologi, serta relasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita daring berjudul “Pro Kontra Pengiriman Anak Nakal ke Barak Militer Gagasan Dedi Mulyadi: Solusi atau Pelanggaran HAM?” dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kalimat-kalimat dalam teks berita yang dianalisis berdasarkan tiga struktur utama: makro, superstruktur, dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara makro, tema utama berita ini menggambarkan perdebatan antara pendekatan militeristik dalam menangani kenakalan remaja dan pendekatan yang berorientasi pada hak asasi anak. Superstruktur berita disusun secara sistematis melalui pembukaan yang provokatif, isi yang menampilkan beragam opini, dan penutup yang reflektif. Secara mikro, ditemukan penggunaan istilah bermuatan semantik yang kuat, struktur sintaksis yang kompleks, gaya bahasa yang netral namun sugestif, serta strategi retoris yang melibatkan berbagai narasumber untuk memperkuat opini. Temuan ini mengungkap bahwa teks berita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membingkai isu dan membentuk persepsi publik melalui strategi wacana tertentu. Dengan demikian, pendekatan Van Dijk mampu mengungkap lapisan ideologis dan kekuasaan yang tersembunyi dalam praktik media massa.
Copyrights © 2025