Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman orang tua siswa mengenai penerapan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai global dan lokal di SMA Cinta Bangsa, Provinsi Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terbuka dengan orang tua siswa dan observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua merasa kurikulum saat ini lebih fokus pada nilai lokal dan kurang mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya di sekolah, baik fasilitas maupun pelatihan guru. Penelitian ini menyarankan perlunya pembaruan kurikulum yang lebih seimbang antara pengajaran nilai lokal dan global, serta peningkatan pelatihan bagi guru agar dapat mengimplementasikan kurikulum yang mengintegrasikan kedua aspek tersebut dengan efektif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan untuk perbaikan kurikulum pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan global tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Copyrights © 2025