Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembinaan baca tulis Alqur’an (BTQ) kepada narapidana di Pondok Pesantren Nurul Iman, Lapas II A Klari Karawang. Salah satu tantangan utama dalam pembinaan ini adalah tingkat literasi yang rendah dan keterbatasan pengetahuan agama di kalangan narapidana. Oleh karena itu, metode Abahata Al-Jabari dipilih sebagai pendekatan yang efektif untuk memfasilitasi narapidana dalam mempelajari Alqur’an secara sistematis dan bertahap. Program pengabdian ini berlangsung selama enam bulan, dengan dua kali sesi pertemuan setiap minggu. Kegiatan pembinaan melibatkan pengenalan huruf hijaiyah, pengucapan, serta pengajaran membaca Alqur’an secara bertahap. Metode Abahata Al-Jabari yang digunakan dalam program ini dirancang agar sesuai dengan kemampuan peserta, memungkinkan narapidana yang belum pernah belajar Alqur’an sekalipun untuk dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Narapidana diberikan bimbingan intensif dan motivasi untuk meningkatkan semangat belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembinaan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan membaca Alqur’an para peserta. Hasil menunjukkan bahwa 80% dari narapidana mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Alqur’an, serta ada perubahan positif dalam sikap spiritual dan moral mereka. Narapidana merasa lebih tenang dan mendapatkan dukungan emosional melalui pembinaan ini. Program pengabdian ini berhasil memberikan dampak positif, tidak hanya dalam hal kemampuan baca tulis Alqur’an, tetapi juga dalam pembinaan mental dan spiritual narapidana. Metode Abahata Al-Jabari terbukti efektif dan cocok untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran di Lapas. Diharapkan program ini dapat menjadi model yang berkelanjutan dan diterapkan di lembaga pemasyarakatan lainnya untuk pembinaan narapidana.
Copyrights © 2025