Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Merdeka Belajar dalam perspektif kitab klasik Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn karya Imam al-Ghazālī serta implementasinya dalam aktivitas pendidikan keagamaan di majlis ta’lim di wilayah Tangerang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research dan studi lapangan. Data diperoleh melalui kajian teks kitab Iḥyā’ dan wawancara dengan pengelola serta peserta majlis ta’lim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Merdeka Belajar, seperti pembelajaran berbasis kesadaran, pencarian ilmu yang berorientasi akhlak, serta kebebasan dalam memilih jalur keilmuan, telah lama menjadi fondasi dalam tradisi keilmuan Islam sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Ghazālī. Dalam praktiknya di majlis ta’lim Tangerang, ditemukan adanya pola pendidikan yang menekankan aspek spiritual, kesadaran belajar tanpa paksaan, serta adanya otonomi dalam memilih bidang ilmu keislaman sesuai minat santri. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya rekontekstualisasi nilai-nilai tarbiyah ruhaniyah dari Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn ke dalam kerangka Merdeka Belajar untuk memperkuat karakter pembelajar di era digital dan pluralistik saat ini.
Copyrights © 2025