Revolusi Indrusti 4.0 masa yang ditandai dengan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan integrasi sistem yang dapat mengubah cara manusi bekerja, dapat memberi dampak negatif didalamnya, terselimutinya para manusia dengan teknologi menybabkan peninggalan leluhur mulai merosok dan kehilangan minat dalam bermain salah satu peninggalan budaya yang punah karena pergantian zaman adalah permainan tradisional Begasin. Begasing merupakan prmainan tradisional yang diwariskan oleh leluhur zaman dahulu yang berasal dari Kalimantan Timur, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Artikel ini menjelaskan tentang asal usul Begasing yang berasal dari buah berembang yang sudah ada sejak kerajaan Mulawarman Abat 2, alat yang digunakan dalam memainkan Begasing adalah tali dan Begasing, bahan yang digunakan dalam pembuatan Begasing berasal dari kayu banggris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat indonesia khusunya anak usia dini untuk mengembangkan dan melestarikan permainan tradisional begasing yang mengandung nilai-nilai budaya didalamnya. Cara memainkan Begasing dengan cara melilitkan tali pada leher Begasing dan melemparkannya ke bawah, menarik tali ke belakang dengan kuat sehingga gasing berputar cepat pada satu titik, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan Begasing adalah sportivitas, kreativitas, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran dan keikhlasan Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi melalui pendekatan kualitatif dengan dekriptif atau analisis.
Copyrights © 2023