Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pola asuh anak pada sibling rivalry. Sibling rivarly adalah permasalahan yang terjadi antara saudara kandung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menggunakan teknik sampling Probability. Teknik sampling Probability adalah pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur anggota untuk dipilih menjadi anggota sample, Penelitian ini menggunakan 3 sample, yang memiliki 3 karakteristik berbeda berdasarkan jenis kelamin, yang terdiri dari saudara laki-laki dan laki-laki dengan jarak usia (3 tahun), saudara perempuan dan perempuan dengan jarak usia (2 tahun), serta saudara laki-laki dan perempuan dengan jarak usia (16 bulan). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pola asuh berpengaruh terhadap sibling rivalry. Dari ketiga keluarga, sangat terlihat bahwa sibling rivalry laki-laki DT (3 tahun) dan perempuan KL (1 tahun) lebih menonjol, karena DT seorang kakak jarang mengalah dan memberontak apabila diberikan barang secara bersamaan dengan KL, dan DT juga harus lebih di utamakan, sedangkan KL sebagai adik lebih paham dan mau mengalah. Selain itu, DT dan KL juga memiliki pola asuh demokratis-permisif, dan kurang peran dari seorang ayah (Fatherless) secara psikologis karena hubungan jarak jauh.
Copyrights © 2022