Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Kelompok B1 RA Al-Mukhlisin 2, Kecamatan Bojongsoang, Bandung, menunjukkan bahwa metode bernyanyi sering digunakan dan membuat anak-anak antusias. Namun, kemampuan menghafal Asmaul Husna anak belum optimal, dengan beberapa anak masih ragu mengurutkannya dan mengulang hafalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) aktivitas bernyanyi anak, (2) kemampuan menghafal Asmaul Husna, dan (3) hubungan antara keduanya. Metode bernyanyi dianggap efektif dalam pendidikan Islam, membantu mengungkapkan pikiran dan perasaan anak, serta menghafal membutuhkan memori yang kuat. Penelitian korelasional ini melibatkan 18 anak dengan teknik total sampling, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil menunjukkan aktivitas bernyanyi anak rata-rata bernilai 80 (sangat baik), sedangkan kemampuan menghafal Asmaul Husna bernilai rata-rata 59 (kurang). Hubungan antara kedua variabel dihitung dengan korelasi product moment, menghasilkan r sebesar 0,77 (tinggi). Uji hipotesis menunjukkan t_hitung = 4,813 > t_tabel = 2,120, dengan kontribusi 59,29%. Hipotesis nol ditolak, hipotesis alternatif diterima, menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas bernyanyi dan kemampuan menghafal Asmaul Husna di Kelompok B1 RA Al-Mukhlisin 2.
Copyrights © 2025