Migrasi tenaga kerja lintas negara telah lama menjadi fenomena global. Namun, pemenuhan gizi pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik adaptasi PMI semi-terampil di Malaysia dalam memenuhi kebutuhan gizi dengan menggunakan konsep cognitive frame dan institutional bricolage dari Jens Beckert. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan text network analysis (TNA), wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan photovoice pada Oktober 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman PMI tentang gizi lebih banyak dibentuk oleh jaringan sosial sesama pekerja migran dan rekan kerja/kuliah daripada institusi formal seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia. Kondisi ini memunculkan fenomena institutional bricolage, melalui solusi mandiri untuk masalah gizi dan berbagi informasi nutrisi melalui komunitasnya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dialog konstruktif antara DPR RI dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) mengenai pemenuhan hak pangan bagi PMI, legalisasi kebijakan pengurangan harga bahan makanan, revisi regulasi bilateral Indonesia dan Malaysia, serta pelatihan gizi berbasis komunitas dengan PPI sebagai mediator. Temuan dan rekomendasi ini diharapkan dapat mendukung kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan riil PMI melalui advokasi lintas komisi di DPR RI, yaitu Komisi II, Komisi IV, Komisi VI, dan Komisi IX.
Copyrights © 2025