Artikel ini membahas mengenai tiga model pembelajaran bilingual utama, yaitu Transitional Bilingual, Two Way Immersion, dan Language Immersion. Pertama ada model transitional bilingual yang dirancang untuk membantu peserta didik monolingual dalam menguasai bahasa kedua secara bertahap dan mengurangi ketergantungan peserta didik pada bahasa aslinya seiring dengan perkembangan kemampuan peserta didik. Kedua ada model two way immersion yang menggabungkan penuturan bahasa inggris dengan bahasa lainnya dalam proses pembelajaran, memfasilitasi interaksi lintas budaya, dan juga peningkatan prestasi akademik. Lalu yang terakhir ada language immersion yang berfokus pada penggunaan bahasa target sebagai media pengajaran, dengan minimal 50% instruksi disampaikan menggunakan bahasa kedua tersebut. Ketiga model ini ini telah terbukti efektif untuk meningkatkan kompetensi bahasa, pencapaian akademik, dan rasa percaya diri peserta didik, sekaligus mendukung pengembangan pemahaman multikultural. Keberhasilan implementasi ketiga model ini membutuhkan perencanaan yang cermat, termasuk penyusunan kurikulum yang tepat dan melakukan evaluasi secara berkala.
Copyrights © 2025