Tidak semua siswa memiliki keterampilan yang sama dalam membuat produk. Misalnya, siswa dengan kemampuan motorik halus yang rendah akan kesulitan dalam membuat kerajinan tangan atau presentasi visual, meskipun ia memahami konsep materi dengan baik. Penilaian ini mencakup tiga tahap utama, yaitu tahap perencanaan atau perancangan, tahap produksi, dan tahap akhir. Dalam praktiknya, penilaian hasil kerja sering digunakan oleh guru untuk mengevaluasi penguasaan keterampilan siswa sebelum mempelajari keterampilan berikutnya, menilai tingkat kompetensi pada akhir jenjang pendidikan, serta untuk menyeleksi siswa yang akan melanjutkan ke institusi pendidikan kejuruan.metode ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dari berbagai sumber dan studi kasus dari permasalahan dikelas. Pembahasan disini tentang cara penilaian produk dapat meningkatankan mutu yang terukur. Penilaian hasil kerja siswa adalah penilaian terhadap keterampilan siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk tersebut.
Copyrights © 2025