Pembelajaran bermakna di sekolah dasar menekankan pemahaman, keterlibatan aktif, dan pembentukan karakter. Namun, praktik pembelajaran masih berfokus pada penyelesaian tugas, bukan proses belajar yang reflektif. Artikel ini mengkaji peran self-management sebagai fondasi pembelajaran bermakna melalui studi literatur terhadap berbagai sumber akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-management meliputi perencanaan, pengorganisasian, pemantauan, evaluasi, dan regulasi emosi mendorong motivasi intrinsik, kedisiplinan, dan keterampilan reflektif siswa. Strategi seperti project-based learning, jurnal refleksi, dan rubrik penilaian diri efektif membangun keterampilan ini. Kendala implementasi mencakup keterbatasan perkembangan siswa dan minimnya pelatihan guru. Diperlukan pembiasaan sejak dini dan dukungan lingkungan belajar yang kondusif. Self-management terbukti mendukung pembelajar sepanjang hayat yang mandiri dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025