Tuntutan zaman modern telah mendorong lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek kurikulum dan teknologi, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Dua komponen yang semakin krusial dalam menunjang kualitas SDM adalah pelatihan (diklat) yang terstruktur dan layanan konseling yang responsif. Keduanya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dikelola secara sinergis dan terpadu. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran manajemen diklat dan konseling dalam membentuk SDM pendidikan Islam yang kompeten, tangguh secara emosional, serta berkarakter kuat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penulis menelaah berbagai referensi terkini yang relevan dalam lima tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa integrasi manajemen diklat dan konseling mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih sehat, mendukung pencapaian tujuan akademik, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan. Dalam konteks ini, pengembangan model manajemen yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi hal yang urgen, termasuk pemanfaatan teknologi serta pendekatan spiritual dalam layanan konseling. Penelitian ini merekomendasikan sinergi berkelanjutan antara pelatihan profesional dan bimbingan psikososial sebagai strategi strategis untuk memperkuat mutu pendidikan Islam di tengah tantangan global.
Copyrights © 2025