Penelitian ini menyelidiki penerapan kerangka kerja manajemen berbasis janji dari Sull dan Spinosa (2007) di Royal Academy English Course di Medan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana institusi tersebut mengelola dan memenuhi janji-janji pendidikannya. Temuan menunjukkan bahwa akademi ini secara efektif menerapkan lima aspek utama janji—publik, aktif, sukarela, eksplisit, dan berbasis misi—sehingga menciptakan lingkungan belajar yang terpercaya dan menarik. Guru menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan siswa dan secara konsisten berupaya mencapai hasil yang dijanjikan. Namun, tantangan muncul pada tahap “penyamaan pemahaman” dan “penyelesaian umpan balik.” Harapan orang tua yang tidak selaras serta tidak adanya mekanisme umpan balik yang terstruktur menghambat pemahaman bersama dan perbaikan berkelanjutan. Studi ini menekankan bahwa meskipun pelaksanaan janji sudah baik, kredibilitas jangka panjang bergantung pada komunikasi yang transparan dan umpan balik timbal balik. Temuan ini berkontribusi terhadap pemahaman kualitas layanan pendidikan dan penerapan nyata manajemen berbasis janji di lembaga kursus bahasa Inggris.
Copyrights © 2025