Kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan seperti ChatGPT, menghadirkan tantangan baru terhadap integritas akademik. Salah satu isu utama yang muncul adalah meningkatnya plagiarisme digital, yang dipicu oleh kemudahan akses informasi dan penggunaan AI tanpa pemahaman etis. Hal ini berpotensi merusak kepercayaan, kualitas pembelajaran, serta reputasi institusi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis factor penyebab, dan strategi pencegahan dan penanggulan terjadinya plagiarisme, seperti lemahnya pemahaman etika, tekanan akademik, dan kurangnya penegakan aturan. Metode yang digunakan berupa studi pustaka terhadap literatur relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang efektif meliputi pendidikan etika akademik, penguatan keterampilan menulis, pemanfaatan teknologi pendeteksi plagiarisme, serta penerapan kebijakan penggunaan AI yang tegas. Kesimpulannya, kejujuran, transparansi, dan orisinalitas harus ditegakkan melalui pendekatan pedagogis dan regulasi yang adaptif agar integritas akademik tetap terjaga di era digital.
Copyrights © 2025